Konsumsi Bahan Makanan Tanin dan Oksalat pada Remaja Putri Anemia di SMPN 04 Kota Bengkulu

Authors

  • Anggun Wirasti Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Jumiyati Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Arie Krisnasary Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Keywords:

remaja putri, anemia, tannin, oksalat, konsumsi makanan

Abstract

Meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pubertas, anemia menjadi masalah kesehatan masyarakat yang umum di kalangan remaja putri. Mengonsumsi makanan tinggi tanin dan oksalat dapat memperburuk anemia karena menghambat penyerapan zat besi. Pada tahun 2024, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu melaporkan bahwa, dari semua sekolah setempat, SMPN 04 memiliki frekuensi anemia tertinggi. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan strategi deskriptif. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling, 47 siswi kelas tujuh dengan diagnosis anemia menjadi subjek penelitian. Wawancara, tes kadar hemoglobin, dan pengisian Kuesioner Frekuensi Makanan (FFQ) untuk mengukur asupan makanan tinggi tanin dan oksalat digunakan untuk mengumpulkan data. Tabel distribusi frekuensi dibuat setelah data dianalisis secara univariat. Mayoritas responden (89,4%) berusia antara 10 - 13 tahun. Sebanyak 25 siswa (53,2%) sering mengonsumsi makanan tinggi oksalat, sementara 24 siswa (51,1%) sering mengonsumsi makanan tinggi tanin. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja putri yang anemia berada pada rentang usia remaja awal. Oleh karena itu, untuk membantu mencegah anemia pada remaja, edukasi gizi tentang kebiasaan makan sehat yang meningkatkan penyerapan zat besi sangatlah penting.

Published

2026-01-05

How to Cite

Wirasti, A., Jumiyati, & Krisnasary, A. (2026). Konsumsi Bahan Makanan Tanin dan Oksalat pada Remaja Putri Anemia di SMPN 04 Kota Bengkulu. Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan Dan Gizi), 4(3), 71–76. Retrieved from https://www.jurnal.pustakagalerimandiri.co.id/index.php/pustakapadi/article/view/1179